![]() |
Tengkorak "korban" Ritual Kakehang di Nuniali, SBB |
Negeri/Desa Nuniali merupakan salah satu Negeri Adat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Masuk dalam Kecamatan Taniwel, Negeri ini memiliki banyak sekali potensi wisata dan juga sejarah.
Rekomendasi Wisata Pulau di Kabupaten Seram Bagian Timur
Salah satu lokasi bersejarah yang menarik adalah Goa Tengkorak yang lokasinya berada di belakang Negeri.
Terdapat sebuah goa kecil diantara bebatuan karang yang menjadi tempat puluhan tengkorak. Bahkan dulu ada ratusan sebelum hancur imbas dari konflik 99 silam di Maluku.
Menemukan Surga Tersembunyi: Keindahan Tempat Wisata Air Putri di Dusun Wayoho, Desa Kawa, Maluku
Menurut salah satu tokoh masyarakat Nuniali, tengkorak tengkorak yang ada ini merupakan "korban" Tradisi Kakehang jaman dahulu. Goa ini menjadi tempat disemayamkan para "korban" tersebut. Bukan hanya tengkorak, ada juga berbagai jenis piring dan gerabah didalam goa.
![]() |
Negeri Nuniali, Kab. Seram Bagian Barat, Maluku |
Kakehang merupakan tradisi ritual yang ada di Pulau Seram, Maluku yang dikenal cukup kejam pada jaman dulu. Bagaimana tidak, ritual adat ini mengharuskan seorang pria yang diasingkan harus membawa kepala manusia sebagai syarat kembali ke Negeri/Desa.
Dikutip dari beberapa literatur, Tradisi Kakehang di Pulau Seram merupakan syarat seorang anak laki-laki saat beranjak dewasa.
Festival Pulau Manipa 2023; Ajang Promosi Pariwisata Kepulauan Manipa
Dia akan dinyatakan dewasa ketika dapat membuktikannya dengan cara membunuh dan membawa kepala korban sebagai bukti.
Dikatakan sebelum agama masuk, hukum yang berlaku adalah hukum alam. Dimana siapa yang kuat dialah yang berkuasa.
Ritual ini sendiri tersebar di hampir semua Negeri Adat di Pulau Seram, tentunya dengan sebutan beda beda seperti di Suku Nuaulu di Seram Selatan menyebutnya Matahene.
![]() |
Tengkorak "korban" Kakehang dan pecahan gerabah |
Ritual ekstrim ini dihentikan ketika agama mulai masuk di Pulau Seram dan segala prakteknya dilarang.
Namun tradisi ini berlaku hingga saat ini di beberapa Negeri Adat di Pulau Seram, hanya saja kepala manusia diganti dengan kepala hewan.